would like to thank you, for taking time to visit my blog

Pages

Minggu, 12 Desember 2010

Heboh nubuatan akhir zaman tahun 2011

Saat ini banyak iklan, banner dan video2 yang memperingatkan akan datangnya Kristus dan akhir zaman pada 21 Mei 2011. Buat saya ini sungguh memprihatinkan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan bahwa kedatanganNya adalah bagaikan pencuri di malam hari. Tidak seorangpun akan dapat menduganya.

Ini adalah foto yang diambil di Surabaya oleh mas Yonatan. Terima kasih mas untuk fotonya.


Rabu, 17 November 2010

Kesaksian NDE Dr. George Ritchie.

Senin, 06 September 2010

Cuplikan buku : Kerudung yang Terkoyak (The Torn Veil)




Saya terus berdoa menurut cara ini kepada Nabi ini, Isa, sampai akan ada
terang yang diberikan lagi padaku. Sebagaimana biasanya, jam 03.00 pagi saya
sudah terbangun dan sedang duduk-duduk di tempat tidurku membacakan ayat-ayat yang telah kuhapal sambil mengucapkan ayat-ayat itu hatiku telah
menaikkan serangkaian doa: " Oh Isa anak Mariam, sembuhkanlah saya".

Lalu dengan tiba-tiba saya berhenti dengan lantang saya berkata agak keras sebagai cetusan perasaanku yang selama ini telah terdorong masuk ke dalam pikiranku:

" Saya telah melakukan hal ini sebegitu lama tapi toh masih saja lumpuh. Saya
dapat mendengar gerakan-gerakan perlahan dari seseorang yang sedang
bangun untuk mempersiapkan air sembahyang subuh. Tidak lama lagi Bibi akan
masuk menjengukku. Walalupun saya telah mencetuskan pernyataan itu, namun
pikiranku terpusatkan pada suatu kedaan yang mendesak terhadap
permasalahanku "Kenapa saya belum juga disembuhkan, walaupun saya telah
berdoa selama 3 tahun?. "Lihat, Engkau hidup di surga, dan dalam Alquran
difirmankan bahwa: Engkau yang telah menyembuhkan orang-orang, Engkau
dapat menyembuhkan saya, tapi toh saya masih lumpuh sepeerti sediakala,
kenapa tidak ada jawaban kecuali keheningan yang membatu di dalam kamar
yang mengolok- olokan doaku. Saya menyebut lagi namanya dengan putus asa
mengadukan masalahku.

Masih tidak ada jawaban, kemudian sambil gemetar menahan kesakitan saya mengeluh ; "JIKA ENGKAU SANGGUP, SEMBUHKANLAH SAYA - JIKA TIDAK KATAKANLAH!, SAYA TIDAK AKAN MELANJUTKAN PERJALANAN MELALUI PERJALANAN INI LAGI!.

Apa yang terjadi berikutnya merupakan sesuatu yang sulit bagiku untuk
melukiskannya dengan kata-kata. Saya menyadari bahwa seluruh ruangan itu
penuh dengan cahaya. Mula-mula saya mengira bahwa mungkin cahaya itu
datang dari lampu baca di samping tempat tidurku, lalu kulihat bahwa cahaya
lampu itu kabur, apakah itu sinar fajar. Masih terlalu pagi untuk itu. Cahaya
tersebut makin bertambah sinarnya makin terang sehingga melebih terangnya
siang hari. Saya menutup wajahku dengan syal, saya sangat ketakutan. Lalu
terpikir olehku jangan-jangan, si tukang kebun menyalakan lampu di luar untuk
menyoroti pepohonan. Kadang-kadang hal itu dilakukannya dengan maksud
mencegah pencuri-pencuri ketika buah-buah mangga sedang masak atau untuk
mengawasi penyiraman dikala sejuk malam.

Saya mengeluarkan wajahku dari syal untuk melihat-lihat. Tapi pintu-pintu dan
jendela- jendela tertutup rapat dengan tirai-tirai dan alat penutupnya dengan
baik, kemudian saya menyadari kehadiran sosok-sosok tubuh yang mengenakan
jubah panjang, berdiri di tengah-tengah cahaya itu beberapa meter jauhnya
dari tempat tidurku. Ada 12 sosok tubuh disitu berbaris namun sosok tubuh di
tengah yang ke-13 yang lebih besar dan lebih bercahaya dibandingkan dengan
yang lain.

"Ya Allah", teriakku dengan keringat mengalir di dahiku. Saya menundukkan
kepala dan berdoa," Ya Allah siapakah gerangan orang-orang ini dan dengan
cara bagaimana mereka dapat memasuki kamarku sedangkan semua jendela
dan pintu terkunci rapat?"

Tiba-tiba suatu suara berkata :"Bangkitlah, inilah jalan yang telah engkau cari-cari. Akulah Isa (Yesus) anak Mariam, kepada siapa engkau telah berdoa dan kini Aku berdiri di depanmu". "Berdirilah engkau dan datanglah kepadaKu". Saya mulai menangis, "Oh Yesus, saya seorang yang lumpuh, saya tidak dapat berdiri. Ia berkata, "Berdirilah dan datanglah kepadaKu, Akulah Yesus". Ketika saya masih sangsi Ia mengatakannya untuk kedua kalinya. Lalu, karena saya masih ragu-ragu Ia mengatakannya untuk
ketiga kalinya,"BERDIRILAH!".

Dan saya, Gulshan Fatima, yang telah lumpuh di tempat tidurku selama 19 tahun, merasakan kekuatan baru mengalir masuk ke dalam tungaki-tungkai dan lengan-lenganku selama ini tidak berfungsi sama sekali. Saya menaruh kakiku ke lantai dan berdiri kemudian saya mengambil beberapa langkah dan jatuh pada kaki dari visi tersebut. Saya sedang mandi di dalam cahaya yang sangat murni dan sinarnya sama terang dengan gabungan cahaya matahari dan bulan. Cahaya itu mengalir masuk ke dalam hatiku dan ke dalam pikiranku, lalu banyak hal yang menjadi jelas bagiku pada saat itu juga.

Yesus menumpangkan tangannya ke atas kepalaku dan saya melihat sebuah
lobang di tangannya darimana sebuah sinar masuk memancar ke pakaianku
sehingga bajuku yang berwarna hijau itu sampai berwarna putih. Ia bersabda:

"Akulah Yesus. Akulah Immanuel, Akulah jalan kebenaran dan hidup, Aku hidup
dan Aku akan datang segera. Lihatlah, mulai dari sekarang apa yang kau lihat
haruslah kau saksikan kepada umatKu, UmatKu adalah umatmu dan engkau
harus tetap setia menyaksikan terhadap umatKu. Ia berkata:"Sekarang engkau
harus menjaga agar jubah dan tubuhmu ini tidak bernoda. Kemanapun engkau
pergi, Aku akan menyertaimu dan sejak hari ini hendaklah engkau berdoa
demikian : Bapa kami yang ada dalam surga, dipermuliakanlah namaMu,
datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di dalam surga,
berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya tiap hari dan
ampunilah kesalahan-kesalahan kami sebagaimana kami juga mengampuni
orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam
pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat, karena Engkaulah
yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya,
Amin".

Ia menyuruh saya mengulang-ulang doa itu sampai benar-benar masuk
tenggelam ke dalam hati sanubariku. Doa itu dalam keindahannya yang sangat
mendalam begitu berbeda dengan doa-doa yang telah saya pelajari untuk
dipanjatkan, sejak masa kanak- kanakku sampai sekarang ini. Allah dipanggil,
"Bapa", itulah satu sebutan yang begitu erat menggengam di dalam hatiku yang
dapat mengisi kekosongannya. Saya ingin untuk dapat tetap tinggal di sana, di
kaki Yesus mengucapkan doa yang menyebut nama baru bagi Allah - "Bapa
kami", tetapi visi Yesus lebih lanjut mengatakan padaku: "Bacalah lebih lanjut
dalam Al-Quran, Aku Hidup dan akan segera datang." Hal ini telah diajarkan
kepadaku dan mendengar ini timbul kepercayaan di dalam diriku terhadap apa
yang telah saya dengar, banyak lagi yang dikatakan Yesus. Saya begitu penuh
dengan sukacita yang tidak dapat dilukiskan, saya melihat ke tangan dan ke
kakiku, sudah ada daging disitu. Tanganku belum sempurna, namun begitu
terasa ada kekuatan dan tidak lagi lunglai dan tidak berguna. "Kenapa Engkau
tidak sembuhkan saya sampai sempurna?" tanyaku. JawabanNya datang dengan
penuh kasih :"Aku mau kau menjadi saksiKu". Sosok-sosok tubuh itu lalu naik
dari pandanganku, makin lama makin lenyap.

Saya berkeinginan agar Yesus tinggal lebih lama lagi. Lalu saya menangis
tersedu-sedu, kemudian cahaya itu lenyap dan saya tinggal sendirian berdiri di
tengah-tengah kamarku mengenakan sebuah jubah putih dan mataku terasa
berat karena cahaya yang mempesonakan itu. Sekarang malah cahaya lampu
yang ada di sisi tempat tidurku rasanya menyakitkan mataku dan alis mataku
terasa sangat berat menekan di atasnya, saya mencari-cari di dalam laci sebuah
rak yang diletakkan rapat ke dinding. Di dalamnya saya menemukan sepasang
kaca mata hitam yang biasa kupakai di halaman. Saya mengenakannya dan
dapat membuka mataku serta dapat melihat lebih enak, dengan berhati-hati
saya menutup laci lalu berpaling dan memandang sekeliling kamarku. Sama saja
keadaanku seperti ketika saya baru bangun tidur. Jam masih berdetik di atas
meja di samping tempat tidurku menunjukkan waktu hampir jam 04.00 pagi.

Pintu terkunci rapat begitu juga jendela-jendela dengan tirai-tirainya masih
tertutup seluruhnya terhadap hawa dingin, bagaimanapun saya belum
membayangkan tentang kejadian itu karena buktinya kumiliki di dalam tubuhku.
Saya melakukan beberapa langkah lalu beberapa lagi. Saya berjalan dari dinding
ke dinding, ke atas dan ke bawah lagi. Tidak salah lagi, anggota-anggota
tubuhku telah sehat sempurna pada sisi yang sebelumnya lumpuh.